![]()
Sleman, 21 November 2025 — Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Arsitektur Khas Yogyakarta Tahun 2025 di Kalurahan Bokoharjo dan Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman pada tanggal 11 November 2025.
Dalam kegiatan tersebut, tim Dinas PUPESDM DIY melakukan kunjungan ke 5 unit rumah yang sedang dibangun. Program BKK Arsitektur Khas Yogyakarta sendiri merupakan bagian dari Dana Keistimewaan DIY, yang ditujukan untuk mendukung pembangunan rumah dengan desain khas Yogyakarta, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.


Program ini menyasar masyarakat dengan kondisi rumah tidak layak huni dan masuk kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Melalui BKK, pemerintah daerah memberikan dukungan pendanaan kepada kalurahan untuk melaksanakan kegiatan prioritas, salah satunya pembangunan rumah berarsitektur khas Yogyakarta.
Dalam pelaksanaannya, Dinas PUPESDM DIY berperan melakukan:
- ✅ Pendampingan teknis kepada kalurahan agar pembangunan sesuai ketentuan.
- ✅ Pendampingan pengurusan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) agar pembangunan berlangsung tertib, aman, dan sesuai standar.
- ✅ Pengawasan mutu konstruksi sehingga rumah yang dibangun nyaman, aman, dan sesuai identitas arsitektur khas Yogyakarta.


Capaian Tahun Anggaran 2025
Di Kabupaten Sleman, pelaksanaan kegiatan BKK Arsitektur Khas Yogyakarta Tahun 2025 mencakup 15 kalurahan dengan total pembangunan 45 unit rumah.
Pelaksanaan monev dilakukan untuk memastikan bahwa dana BKK yang disalurkan:
- Tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
- Digunakan sesuai ketentuan dan standar teknis.
- Menghasilkan rumah yang tidak hanya layak huni, tetapi juga mencerminkan identitas arsitektur khas Yogyakarta.

💡 Melalui program ini, pemerintah daerah berkomitmen menjaga keistimewaan Yogyakarta sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.



