![]()
Sleman, 16 Maret 2026 – Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu, 15 Maret 2026 mengakibatkan meningkatnya debit aliran sungai yang membawa material sampah, ranting serta sedimen menuju bangunan irigasi. Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya penumpukan material pada Bendung Dadapan yang berlokasi di Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman. Bendung ini berada pada aliran Kali Kuning, yang berhulu dari kawasan Gunung Merapi.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, petugas pengelola jaringan irigasi / Pamong Banyu melaksanakan kegiatan pemeliharaan sebagai upaya menjaga fungsi dan kinerja bangunan bendung agar tetap optimal. Penanganan ini penting dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan aliran air akibat penyumbatan oleh sampah maupun endapan sedimen yang terbawa aliran sungai saat debit meningkat.

Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan meliputi:
🔹 Pengurasan area bendung akibat penumpukan material
🔹 Pembersihan saringan sampah yang tersumbat
🔹 Pengurasan kantong lumpur untuk menjaga kapasitas tampung sedimen
Langkah ini dilakukan untuk memastikan fungsi bendung tetap optimal dalam mengatur dan menyalurkan air irigasi, serta mencegah terjadinya gangguan aliran air akibat penumpukan sampah dan sedimen.
Pemeliharaan rutin dan respons cepat terhadap kondisi lapangan menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan jaringan irigasi demi mendukung keberlanjutan layanan air bagi lahan pertanian.


