,

Standar Rumah Tahan Gempa Jadi Fokus Sosialisasi Infrastruktur di Bantul

dpupesdm Avatar

Loading

Bantul, 4 Mei 2026 — Kabupaten Bantul memiliki memori kolektif yang kuat terhadap bencana gempa bumi, sehingga kebutuhan akan hunian yang aman dan tahan gempa menjadi sangat mendesak. Menyadari hal tersebut, Dinas PUPESDM DIY melalui Balai PALPJK bersama Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman menekankan pentingnya standar rumah tahan gempa dalam Sosialisasi Pembangunan Infrastruktur Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Balai Kalurahan Mulyodadi, Bambanglipuro, Senin, 4 Mei 2026.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang PKP, Ibu Kwaryantini Ampeyanti Putri, dan menghadirkan narasumber Drs. H. Suwardi dari Komisi C DPRD DIY serta praktisi arsitek Ars. Wijang Wijanarko, S.T., IAI dari Housing Resource Center (HRC) Caritra. Dengan tema “Rumah Aman, Sehat, dan Nyaman (ASN)”, sosialisasi menekankan bahwa hunian harus dirancang tidak hanya layak secara fisik, tetapi juga mampu melindungi penghuninya dari risiko bencana.

Beberapa poin utama yang disampaikan meliputi:

  • Struktur bangunan yang kokoh sebagai aspek utama keselamatan.
  • Ventilasi dan sanitasi yang baik untuk menjaga kesehatan.
  • Lingkungan yang kondusif dan bebas dari ancaman.
  • Lokasi hunian yang mempertimbangkan potensi bencana.
  • Hunian yang memberikan perlindungan fisik dan psikologis bagi penghuninya.

Sebagai wilayah rawan gempa, Bantul membutuhkan perencanaan pembangunan rumah yang matang. Mulai dari pondasi, struktur dinding, hingga rangka atap harus mengikuti standar keamanan agar tercipta hunian yang aman, sehat, dan nyaman.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah daerah berharap masyarakat dan pamong desa semakin memahami urgensi penerapan standar rumah tahan gempa, sehingga pembangunan permukiman di Bantul dapat lebih berkelanjutan, aman, dan mendukung kesejahteraan masyarakat.

Tagged in :

dpupesdm Avatar