![]()
Yogyakarta, November 2025 — Dalam rangka memastikan kualitas konstruksi yang aman dan sesuai standar teknis, Balai Pengelolaan Air Limbah dan Pengembangan Jasa Konstruksi (PALPJK) di bawah Dinas PUPESDM DIY melaksanakan kegiatan pencetakan benda uji silinder beton sebagai bagian dari pengujian mutu beton di laboratorium.
Pengujian ini merupakan tahapan penting dalam proses pembangunan infrastruktur, karena mutu beton sangat menentukan kekuatan, daya tahan, dan keselamatan struktur bangunan. Benda uji berbentuk silinder digunakan untuk mengukur kekuatan tekan beton, yang menjadi indikator utama dalam menilai kualitas material.
Tahapan Pencetakan Silinder Beton
🔹 Pencampuran
Material beton (semen, agregat, air, dan bahan tambahan) dicampur sesuai proporsi teknis untuk menghasilkan campuran homogen.
🔹 Pengecoran
Campuran beton dituangkan ke dalam cetakan silinder dengan teknik pemadatan yang tepat agar tidak terjadi rongga udara yang dapat mempengaruhi hasil uji.
🔹 Perawatan (Curing)
Setelah dicetak, benda uji disimpan dalam kondisi lembab dan suhu terkontrol selama periode tertentu (biasanya 7, 14, atau 28 hari) untuk memastikan proses hidrasi berjalan optimal.
Seluruh proses dilakukan secara teliti dan sesuai prosedur laboratorium, guna memperoleh hasil uji yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.
Komitmen Balai PALPJK DIY
Sebagai unit pelaksana teknis di bidang jasa konstruksi, Balai PALPJK DIY berkomitmen untuk mendukung pengujian laboratorium sebagai bagian dari pengendalian mutu konstruksi. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata dalam menjaga keselamatan bangunan, efisiensi pembangunan, dan keberlanjutan infrastruktur di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dinas PUPESDM DIY mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun swasta, untuk terus mengedepankan pengujian teknis dalam setiap tahapan pembangunan demi mewujudkan konstruksi yang tangguh dan terpercaya.



