,

Koordinasi Pengisian Blanko 01–O dan Pembahasan Rencana Pematian Air Daerah Irigasi Sapon

Rapat Koordinasi Pengisian Blanko 01–O dan Pembahasan Rencana Pematian Air Daerah Irigasi Sapon
dpupesdm Avatar

Loading

Dalam rangka mendukung pengelolaan jaringan irigasi yang efektif serta penyusunan rencana masa tanam secara terkoordinasi, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Pengisian Blanko 01–O dan Pembahasan Rencana Pematian Air Daerah Irigasi (DI.) Sapon pada Kamis, 16 April 2026 mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai, bertempat di Balai Kalurahan Wahyuharjo, Lendah, Kulon Progo.

Kegiatan rapat koordinasi ini dihadiri oleh unsur Dinas terkait, perwakilan kalurahan, perwakilan P3A/GP3A/IP3A DI. Sapon, serta Petugas Pamong Banyu DI. Sapon. Berdasarkan daftar hadir, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 48 orang, terdiri dari 17 orang perwakilan dinas dan 31 orang perwakilan P3A/GP3A/IP3A.

Rapat koordinasi dilaksanakan sebagai forum komunikasi dan penyamaan persepsi antara pemerintah dan organisasi petani pemakai air dalam pengelolaan jaringan irigasi. Adapun materi yang dibahas dalam kegiatan tersebut meliputi koordinasi pengisian Blanko 01–O, pembahasan rencana pematian air, serta perencanaan kegiatan pemeliharaan rutin jaringan irigasi pada Daerah Irigasi Sapon.

Melalui proses diskusi dan koordinasi bersama, diperoleh beberapa kesepakatan penting yang akan menjadi acuan dalam pengelolaan irigasi pada periode masa tanam mendatang.

Beberapa hasil kesepakatan rapat antara lain sebagai berikut:

  1. Rencana pematian air Daerah Irigasi Sapon untuk Masa Tanam (MT) III periode 2025/2026 akan dilaksanakan mulai 1 Mei 2026.
  2. Bendung Sapon akan kembali dialirkan untuk mendukung Masa Tanam (MT) I periode 2026/2027 pada 1 Agustus 2026.
  3. Untuk Saluran Sekunder Kengkeng yang melayani wilayah Jatirejo–Bumirejo, pematian air dimulai pada 20 April 2026.
  4. Selama masa pengeringan jaringan irigasi pada pertengahan bulan Mei, Juni, dan Juli, air direncanakan akan dialirkan sementara selama empat hari, yaitu pada tanggal 15, 16, 17, dan 18, sebagai suplai air bagi sumur warga. Namun demikian, pengaliran tersebut bersifat kondisional, menyesuaikan dengan kondisi curah hujan dan kebutuhan di lapangan.
  5. Pengisian Blanko 01–O rencana masa tanam periode 2026–2027 telah disusun oleh P3A D.I Sapon dengan rincian:
    • MT I: Agustus 2026 – Desember 2026
    • MT II: Januari 2027 – April 2027
    • MT III: Mei 2027 – Juli 2027
  6. Masa pengeringan jaringan irigasi juga akan dimanfaatkan untuk pelaksanaan survei jaringan irigasi yang berada di bawah air, guna mengetahui kondisi eksisting serta kebutuhan perbaikan pada jaringan irigasi.
  7. Kegiatan gali waled akan dilaksanakan pada kantong-kantong sedimen di saluran sekunder, menyesuaikan dengan keterbatasan anggaran yang tersedia.

Selain itu, dalam rapat juga disampaikan rencana kegiatan pemeliharaan jaringan irigasi melalui beberapa program pembangunan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Dana Keistimewaan (DAIS).

Adapun kegiatan kontraktual yang bersumber dari APBD meliputi:

  • Pembangunan Jalan Inspeksi Siberek di wilayah Tirtorahayu, Galur.
  • Pembangunan Jalan Inspeksi Kengkeng di wilayah Bumirejo, Lendah.
  • Peningkatan Saluran Tersier P3A Ngudi Laras di wilayah Gotakan, Panjatan.

Sementara itu, kegiatan kontraktual yang bersumber dari Dana Keistimewaan (DAIS) direncanakan pada lima lokasi, yaitu:

  • Saluran Induk hm 14 di Sidorejo dan hm 26 di Jatirejo.
  • Saluran Sekunder Pandowan hm 31–34 di Tirtorahayu.
  • Saluran Sekunder Siberek hm 26 di Tirtorahayu.
  • Saluran Sekunder Pabrik hm 17 di Karang Sewu.
  • Bendung Banaran dan Buk Pace P3A Sumber Dadi di Banaran.

Melalui kegiatan koordinasi ini diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat meningkatkan sinergi dalam pengelolaan jaringan irigasi, khususnya dalam pengaturan distribusi air, pelaksanaan pemeliharaan jaringan, serta penyusunan rencana masa tanam secara terpadu. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah dan organisasi petani pemakai air, diharapkan sistem irigasi pada Daerah Irigasi Sapon dapat berfungsi secara optimal dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Tagged in :

dpupesdm Avatar